7 Perjalanan Sehari Terbaik dari Riyadh
Tebing-tebing curam yang menakjubkan hampir menjulang ke arah langit, ngarai dalam yang terukir oleh waktu itu sendiri, dan sebuah kawah dengan cahaya aneh dan etereal: semua ini bukan milik film fiksi ilmiah tetapi adalah tempat nyata yang menunggu untuk dijelajahi di luar metropolis menawan Riyadh, Arab Saudi. Cara terbaik untuk menjelajahi keajaiban ini adalah dengan melakukan perjalanan sehari dari Riyadh. Dari mana memulai? Berikut adalah panduan Anda yang mencakup segala sesuatu mulai dari ngarai tersembunyi hingga pasir merah, dari Kawah Al-Waba hingga Jazirah Kosong dan Diriyah.
Bersepeda Quad di Red Sands
Pernahkah Anda bermimpi berselancar di lautan api? Nah, pergilah ke Pasir Merah, hanya 40 menit perjalanan dari Riyadh. Hamparan besar bukit pasir merah ini, sedikit dekat dengan Al Awsat, menjadikannya tujuan akhir pekan bagi para pencari adrenalin. Pegunungan Tuwaiq menjulang di latar belakang seperti penjaga kuno, berdiri tegak dan abadi, sementara pengendara quad memutar mesin mereka, menerjang pasir seperti pejuang zaman modern yang menyerbu ke medan perang.
Ujung Dunia
Tidak ada jalan. Tidak ada kerumunan yang mengganggu. Tidak ada gangguan. Anda dan hanya angin dengan tebing curam yang membuat perut Anda berputar. Jebel Fihrayn, yang terkenal sebagai Tepi Dunia, terletak tiga jam perjalanan off-road ke barat laut Riyadh, menawarkan para pelancong yang berani pemandangan menakjubkan di atas dasar laut yang pernah tenggelam—sekarang merupakan hamparan tandus yang dramatis yang terasa seperti tepi keberadaan itu sendiri. Saat matahari terbit atau terbenam, tebing-tebing bersinar dengan warna-warna yang begitu cerah sehingga tampak seolah-olah dilukis oleh Tuhan—mengunjungi Tepi Dunia adalah salah satu hal yang paling tak terlupakan untuk dilakukan di Riyadh.
Jurang Tersembunyi
Siapa bilang gurun hanyalah debu dan bukit pasir? Setelah hujan deras yang jarang terjadi, sebuah wadi yang pernah terlupakan di tenggara Riyadh mengalami transformasi yang menakjubkan. Apa yang sebelumnya kering dan gersang berubah menjadi surga tersembunyi, lengkap dengan kolam berkilau yang sempurna untuk berenang yang menyegarkan.
Untuk sampai ke sana sangat mudah—hanya satu jam berkendara di sepanjang Jalan 509. Kecuali jika itu akhir pekan. Maka, Anda kemungkinan akan berbagi pemandangan dengan petualang lain, tikar piknik terbentang lebar, dan jamuan layak raja.
Gua Heet: Permata Bawah Tanah dengan Cahaya Luar Biasa
Jika Anda bisa menghadapi kelelawar yang berteriak dan menavigasi melewati longsoran batu yang mengalir, Gua Heet mengungkapkan harta tersembunyinya—sebuah kolam bawah tanah berwarna aquamarine yang berkilau jauh di dalam jantung gurun. Di beberapa area, batu-batu terletak tepat di bawah permukaan air, jadi perhatikan langkah Anda dan melangkahlah dengan hati-hati untuk menghindari slip atau goresan yang tidak terduga. Terletak tepat di luar pinggiran industri Riyadh di Jalur 65, gua yang menegangkan dan mempesona ini sebaiknya dikunjungi dengan sepatu yang nyaman, disertai dengan senter yang baik dan semangat petualangan.
Kawah Al-Waba
Bayangkan sebuah kawah besar berdiameter dua kilometer, dengan danau natrium-fosfat berwarna biru susu yang berkilau di dalamnya. Apakah ini tidak terlihat seperti sesuatu yang diambil dari lanskap Mars? Tempat ini adalah Kawah Al-Waba, yang terletak enam jam dari Riyadh. Ini bukan hanya pemandangan—ini adalah pengalaman tersendiri. Perjalanan panjang turun melalui jalur berbatu yang berkelok-kelok, dengan tanah retak yang bergeser di bawah kaki Anda, membawa Anda ke dalam keheningan aneh dari tanah yang terlupakan yang terasa jauh dari kehidupan biasa. Pernahkah Anda bermimpi tidur di bawah langit yang dipenuhi bintang? Inilah kesempatan Anda dalam perjalanan sehari ke Riyadh.
Diriyah
Melangkah mundur ke masa lalu ke era istana bata lumpur yang menjulang tinggi dan gang-gang sempit yang dipenuhi dengan gema masa lalu yang makmur—selamat datang di Dir’iyah. Dulunya merupakan benteng keluarga kerajaan Al Saud, situs bersejarah ini hanya berjarak 20 menit berkendara dari Riyadh.
Di dalam reruntuhan yang terdaftar di UNESCO, Anda akan menemukan masjid-masjid yang terpelihara dengan indah dan rumah-rumah seperti benteng yang berdiri megah di latar belakang cakrawala modern kota. Dir’iyah adalah jendela ke dalam warisan kaya Arab Saudi dan akar warisan kerajaannya.
Qatar yang Kosong
Mereka menyebutnya Rub Al Khali—Kwartal Kosong bagi kebanyakan orang. Ini adalah laut pasir terbesar di Bumi, di mana bukit pasir bergulung tanpa henti ke cakrawala, puncaknya yang emas bergerak seperti gelombang dalam badai abadi.
Kira-kira dua hingga tiga jam dari Riyadh, ini bukan tujuan bagi mereka yang lemah hati. Ini adalah wilayah bagi para penjelajah sejati—mereka yang datang dengan persiapan, dipandu oleh pemandu yang terpercaya, menggunakan kendaraan empat roda siap tempur, dan membawa cukup persediaan untuk menghadapi ekstrem (atau setidaknya beberapa hari petualangan di gurun).
Ini adalah tanah Bedouin dan legenda yang terpendam, tempat sejarah berbisik melalui pasir. Secara mengejutkan, ini tetap menjadi salah satu tempat terbaik untuk dikunjungi di Riyadh secara gratis—sebuah perjalanan abadi ke dalam jiwa gurun.

